Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Pakpak BharatBAPPEDA
Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah
Berita
Rabu, 29 Maret 2017

BUPATI REMIGO HADIRI MUSRENBANG DI KECAMATAN SALAK

Sebagai wadah untuk menjaring usulan-usulan kegiatan prioritas dari masyarakat secara partisipatif maka dilakukanlah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang saat ini sudah pada level Kecamatan, setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan di Desa-desa. Hasil Musrenbang Kecamatan inilah yang nantinya akan disampaikan pada Musrenbang Kabupaten.

Seperti yang terlihat pada Musrenbang di Kecamatan Salak, Rabu (01/02) di Bale Persinabul (d/h Gedung Serbaguna), jl. Sulang Silima, Salak merupakan proses musyarawah dengan metode bottom up yang nantinya merupakan rencana usulan untuk tahun 2018, untuk dibawa pada agenda Musrenbang yang lebih tinggi.

Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, yang turut hadir dalam Musrenbang ini mengingatkan agar para peserta Musrenbang memahami pengelolaan anggaran. “Patuhi rambu-rambu dan jangan asal dalam merencanakan”, sebutnya kepada masyarakat yang hadir termasuk Wakil Ketua DPRD, Kadri Tumangger, para pimpinan OPD, pimpinan Muspika, Kepala Puskesmas, Koordinator PPL, para Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa, para ketua dan anggota BPD, pemuka masyarakat dan delegasi Desa, para Bidan, tenaga ahli dan pendamping Desa, serta undangan lainnnya.

Satu hal yang disoroti oleh beliau dalam perencanaan pembangunan adalah posisi Salak yang merupakan Ibukota Kabupaten. “Perlu penataan yang sedikit berbeda dan khusus dengan penguatan di sana-sini dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain. Ini yang menjadikan sebuah unggulan bagi Kecamatan Salak sekaligus beban. Kompleksitas kebutuhan karena beragamnya elemen yang terkait dengan sebuah ibukota menjadikan kita agak sedikit berkorban demi percepatan-percepatan perkembangan Salak sebagai Ibukota Kabupaten. Tapi yakinlah, bahwa perubahan yang terjadi berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat”, jelas Bupati Remigo.

Dalam kesempatan ini Bupati memberi gambaran tentang tertib penganggaran yang berkaitan dengan segala hal. “Berbagai hal yang kita usulkan kepada pemerintah atasan juga dipertimbangkan dengan sikap-sikap kita dalam mematuhi beragam regulasi termasuk pendataan masyarakat melalui perekaman e-KTP”, ucapnya dengan memberikan ilustrasi-ilustrasi kecil sebagai contoh.

Sekaitan dengan hadirnya perwakilan dari Desa Bupati menyegarkan ingatan tentang beragam ketentuan mengenai penggunaan Dana Desa yang merupakan kucuran dari Pemerintah Pusat, agar kiranya pihak Desa tetap berkoordinasi kepada OPD terkait di Pemkab Pakpak Bharat. “Tujuannya agar ada tidak ada tumpang tindih dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan”, terang beliau. Tak lupa beliau mewanti-wanti para pengguna Dana Desa, sebagaimana edaran dari KPK, agar mempedomani Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) sebagai satu-satunya mekanisme pengelolaan penggunaan anggaran di Desa, serta meminta masyarakat berpartisipasi untuk mengawasi penggunaan Dana Desa.

Senada dengan Bupati, Wakil Ketua DPRD mengharapkan adanya koordinasi yang baik antara pihak Desa dan Pemkab Pakpak Bharat terkait penggunaan ADD dan DD. “Pilih yang mana menjadi prioritas dan sesuai kesanggupan sehingga dapat dipilah-pilah cocok atau tidak jika diajukan di dalam Musrenbang atau malah jatuhnya di DD dan ADD. Sebagai catatan, Pemerintah juga banyak pertimbangan-pertimbangan dalam meloloskan suatu program usulan yang berasal dari Musrenbang”, kata Kadri Tumangger.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan program kegiatan 2017 oleh Bappeda, pembahasan usulan prioritas Kecamatan dan Desa, pembacaan hasil rumusan, penandatanganan berita acara dan penentuan delegasi untuk pelaksanaan Musrenbang tingkat Kabupaten. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)


Copyright © 2020 Kabupaten Pakpak Bharat. All Right Reserved