Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Pakpak BharatBAPPEDA
Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah
Berita
Kamis, 4 Juli 2019

MEMBUKA KETERISOLASIAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL UNTUK MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN PAKPAK BHARAT

Salah satu Nawa Cita Presiden Republik Indonesia adalah Peningkatan Infrastruktur untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, Pakpak Bharat sebagai salah satu daerah otonomi baru yang dimekarkan dari kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara ikut berbenah diri memperbaiki dan meningkatkan infrastrukturnya dengan mejadikan Peningkatan Infrastuktur menjadi prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pakpak Bharat.
Ada 2 ( dua ) Ruas jalan arteri dan strategis kabupaten Pakpak Bharat yang sangat prioritas mendapat pembenahan untuk mendorong peningkatan perekonomian di Kabupaten Pakpak Bharat ;
A.    Batas Kab Pakpak Bharat/Aceh Singkil ( Kerras ) – Pagindar – Lagan – Aornakan – Salak – Sp Jambu – Jambu Buah Rea – Kuta Jungak ( Batas Pakpak Bharat/Dairi ) – Sigalingging – Jalan Nasional ke Bandara Silangit (KSN-Danau Toba).
Kabupaten Pakpak Bharat merupakan bagian dari Kawasan Strategi Nasional Danau Toba ( KSN-Danau Toba )
Ruas Jalan tersebut diatas dapat digunakan sebagai jalan alternative jalan nasional Subulussalam ( Aceh ) – Sibande – Sukarame – Sidikalang ( Dairi ) dalam pengembangan arus barang dan jasa pengembangan Parawisata KSN-Danau Toba dan Bandara Silangit karena memotong jarak dan waktu. Disisi lain Kabupaten Pakpak Bharat akan terimbas dampak pengembangan KSN-Danau Toba dimaksud karena konektivitas antar wilayah kabupaten menjadi terbuka sehingga arus barang dan jasa menjadi lancar yang tentunya berdampak terhadap peningkatan perekonomian kabupaten Pakpak Bharat sekaligus lepas dari keterisolasian.
Status ruas jalan Batas Aceh Singkil – Sigalingging terdiri dari dua status yaitu ruas jalan  Batas Aceh Singkil ( Kerras) – Salak merupakan Jalan Kabupaten dan ruas jalan Salak – Sigalingging merupakan Jalan Provinsi.
Kondisi pada saat ini, jalan provinsi Salak – Kuta Jungak (Batas Pakpak Bharat) sudah baik ( Hotmix ) namun Kuta Jungak ( Batas Pakpak Bharat ) – Sigalingging ( jalan Ke Siborongborong/Bandara Silangit ) dengan jarak sekitar 8 kilometer kondisi rusak berat perlu menjadi prioritas Program Kegiatan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara.
Pada saat awal pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat dari Kabupaten Dairi, hal yang merupakan aneh tetapi kenyataan  akses jalan menuju Kecamatan Pagindar dari ibu kota kabupaten Pakpak Bharat dalam menyelenggarakan pemerintahan melayani masyarakat harus melalui provinsi yang lain yaitu provinsi Aceh ( Singkil ) melalui ruas jalan Salak – Tinada – Sukarame – Sibande – Subulussalam ( Aceh ) – Singkil ( Kerras ) – Pagindar dengan membutuhkan waktu sekitar 4 ( empat ) jam. Di Era Otonomi Daerah pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat  membuat kebijakan dengan membuka ruas jalan Aornakan -  Lagan – Pagindar – Batas Pakpak Bharat/Aceh dengan jarak sekitar 38 kilometer, sehingga waktu tempuh pada saat ini dengan kondisi jalan kurang baik dan rusak berat membutuhkan waktu hanya 1 ( satu ) sampai 1,5 ( satu koma lima ) jam, hal ini sangat diapresiasi oleh masyarakat kecamatan Pagindar sebab mereka merdeka dari keterisolasian dan telah merasakan bahwa masyarakat Pagindar merupakan   bagian dari kabupaten Pakpak Bharat yang pada akhirnya akses jalan ini akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat Pagindar secara khusus dan Kabupaten Pakpak Bharat secara umum.  Kondisi pada  saat ini ruas jalan  masih dalam kondisi kurang baik dan rusak berat, dengan memperhatikan keadaan APBD Kabupaten Pakpak Bharat yang sangat terbatas padahal membangun jalan tersebut membutuhkan anggaran yang besar perlu mendapat perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dari sumber anggaran Bantuan Keuangan Provinsi, Dana Alokasi Khusus, maupun Tugas Pembantuan.
B.    Batas Kab Pakpak Bharat/Dairi  - Sukarame – Tinada – Sp. Jambu – Salak – Singgabur – Delleng Simpon ( Batas Pakpak Bharat/Humbahas ) – Batu Gajah – Parlilitan – Tara Bintang – Barus( Tapteng )
Ruas jalan tersebut diatas merupakan ruas jalan nasional ( Batas Dairi/Pakpak Bharat ) – jalan provinsi ( Sukarame, Sukarame ( Pakpak Bharat ) – Parlilitan ( Humbang Hasundutan ). Dapat dijelaskan bahwa ruas jalan batas Pakpak Bharat/Dairi – Delleng Simpon ( Batas Pakpak Bharat/Humbang Hasundutan ) sudah dalam kondisi baik, namun Delleng Simpon ( Batas Pakpak Bharat/Humbang Hasundutan – Batu Gajah ( Kec Parlilitan ) sekitar 4 ( empat ) kilometer  di daerah Humbang Hasundutan masih kondisi rusak berat yang mengakibatkan jalan provinsi yang sudah terbangun sampai ke Delleng Simpon ( Batas Pakpak Bharat ) kurang bermanfaat dengan kata lain masih terisolasi dengan Humbang Hasundutan. Apabila akses jalan ini dalam kondisi yang baik maka Masyarakat Barus, Tarabintang, Parlilitan menuju ibukota provinsi Medan diprediksi akan lebih memilih melewati jalur Kabupaten Pakpak Bharat dibandingkan melalui kota madya Siantar sebab menghemat waktu 2 ( dua ) sampai 3 ( tiga ) jam diperjalanan sehingga arus barang dan jasa di Kabupaten Pakpak Bharat akan meningkat yang berdampak terhadap peningkatan perekonomian kabupaten Pakpak Bharat. Disisi lain secara sosiologi  bahwa Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat mempunyai hubungan emosional dengan masyarakat Kecamatan Parlilitan, Kecamatan Tara Bintang karena persamaan etnis yaitu Pakpak Kelasen.
Apabila kedua ruas jalan arteri kabupaten Pakpak Bharat terbuka dalam kondisi yang baik :
Batas Kab Pakpak Bharat/Aceh Singkil (Kerras) – Pagindar – Lagan – Aornakan – Salak – Sp Jambu – Jambu Buah Rea – Kuta Jungak ( Batas Pakpak Bharat/Dairi ) – Sigalingging – Jalan Nasional ke Bandara Silangit (KSN-Danau Toba).
Batas Kab Pakpak Bharat/Dairi  - Sukarame – Tinada – Sp Jambu – Salak – Singgabur – Delleng Simpon ( Batas Pakpak Bharat/Humbahas ) – Batu Gajah – Parlilitan – Tara Bintang – Barus ( Tapteng )
Maka Arus Barang dan Jasa di kabupaten Pakpak Bharat akan meningkat, Transportasi di Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan pernah sepi seperti sekarang karena sudah terbuka ruang akses jalan antar kabupaten, restoran akan berkembang, pasar akan berkembang, perhotelan akan berkembang dan yang lainnya, yang muaranya mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Ibu Kota Kabupaten Pakpak Bharat akan menjadi posisi silang yang sangat strategis sebagai mana terlihat pada peta konektivitas jalan antar kabupaten dan provinsi pada gambar. Hal ini tidak mungkin hanya dapat dilakukan oleh pemerintah kabupaten Pakpak Bharat, selain dari pemerintah provinsi dan pusat, juga dukungan pemerintah kabupaten tetangga sebab sebahagian besar akses  yang terisolasi tersebut berada di wilayah kabupaten tetangga dengan simpul jalan yang masih tertutup karena tidak kondisi baik  seperti jalan arteri Singkil ke Kerras ( Batas Kab. Pakpak Bharat ) wilayah Aceh Singkil, Jalan Delleng Simpon – Batu Gajah wilayah Kab. Humbang Hasundutan, dan Jalan Kuta Jungak – Sigalingging wilayah Kab. Dairi.
Jika arus barang dan jasa sudah menjadi lancar, selanjutnya pemerintah kabupaten Pakpak Bharat akan mengembangkan potensi ekonomi  lokal, Pakpak Bharat Kaya akan potensi air sebagai sumber energy listrik, diharapkan investor melalui penanaman modal dapat memanfaatkan air dimaksud menjadi sumber listrik untuk kebutuhan listrik di Sumatera Utara secara khusus dan Indonesia secara umum.
Pakpak Bharat juga memiliki produk unggulan yang unik  hanya dimiliki oleh Pakpak Bharat di Sumatera Utara yaitu Gambir yang pada saat ini sudah memiliki beberapa turunan seperti  teh Gambir dan Katekin, selain itu Kopi dan Jagung juga merupakan komoditi unggulan yang akan dikembangkan terus disamping potensi lokal lainnya. Pakpak Bharat akan selalu berbenah diri di semua sektor untuk dapat mensejajarkan dirinya dengan kabupaten – kabupaten yang sudah maju di Indonesia. (J. Berutu, S.Pd, MM).


Copyright © 2019 Kabupaten Pakpak Bharat. All Right Reserved